Senin, 18 Agustus 2008

Apa yang terjadi dengan negeri ini??(1)

Alhamdulillah beberapa bulan ini Allah berikan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat di luar sana. Allah tunjukkan fenomena yang begitu indah di luar tembok tinggi kampus ITB. Allah tunjukkan dengan jelas apa yang terjadi dinegeri ini. berjalan pada pagii hari dikwasan elit bintaro, tiba-tiba tersadar akan sebuah fenomena bahwa Polusi udara seperti akan menjadi bencana besar bagi anak-negeri ini. kabut yang begitu pekat menyeruak di dasar langit-langit biru jakarta. sebuah pertanyaan besar terlontar, apa yang dilakukan oleh manusia negeri ini?? kabut hitam pekat dapat dilihat dengn mata telanjang. Tiba-tiba terpikir oleh nasib anak negeri ini yang harus berjuang melindungi diri dari bahya Polusi. aku berpikir apa yang akan terjadi pada anak negeri, jika mereka setiap harinya harus berhadapan dengan kabut tebal asap polusi. siapa yang dapat melindungi mereka?? apa yang terjadi dengan negeri ini

Berjalan beberapa kilometer aku tersadar kembali akan sebuah fenomena kerusakan lingkungan bangsa ini. Sungai yang biasanya berwarna putih bening telah berubah menjadi Hitam pekat penuh sampah. apa yang terjadi di negeri ini??apa sungai negeri ini menang di ciptakan untuk tempat menghamburkan sampah-sampah negeri? dalam hati aku berdoa mudah-mudahn Allah turunkan pahlawan lingkungan negeri ini yang berjuang dengan tulus membersihkan kerusakkan lingkungan negeri ini.
aku berdoa mudah-mudahan Allah sentuh hati teman-temanku di TL atau Biologi untuk bergerak lebih cepat dan keras untuk menjadi pelopor gerakan penyelamatan negeri
meski pertanyaan ini tetap tersisa
apa yang terjadi di negeri ini

Sabtu, 19 Juli 2008

Aku Berniat Kaya Untuk Entaskan Kemiskinan

Setelah memutuskan untuk menjadi pegawai negeri,aku berpikir bahwa menjadi pegawai negeri hanyalah bagian dari memperjuangkan prinsip bukan untuk mencari penghidupan dari kepegawaianku. AKu memiliki keinginan untuk memiliki kerajaan dibidang pertanian yang dikelola keluarga untuk menjadi sumber nafkah dan perjuanganku. Aku berpikir bisnis pertanian memiliki prospek yang sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan. Pekerjaan padat karya menjadi karakter yang khas dalam bisnis ini. Aku berpikir negeri yang begitu subur dengan populasi yang luar biasa harus djadikan kekuatan dalam membagun kerajaan perntanian milik kelurgaku. Aku berpikir akan memiliki tanah produksi yang sangat luas disertai dengan pusat pengembangan pertanian sekaligus industri pengolahannya. Aku bercita-cita mempunyai korporasi di bidang pertanian, entah keinginan in muncul dan terdefinisi dengan sendirinya. aku ingin mempekerjakan sarjana-sarjan pertanian yang seperti kehilngan orientasi. aku ingin memberikan lapangan pekerjaan kepada rakyat miskin dan memutuskan jaring kemiskinnanya dengan memberikan tunjangan pendidikan pada pekerjaku. Ketika abu syauqi berhasil menjadi pemimpin kaum miskin dengan Rumah Zakatnya maka aku ingin menjadi Pemimpin orang miskin dengan perusahaan pertanianku. Aku bercita-cita menjadi kaya, tapi kekayaan itu menjadi sumber penghidupan masyarakt miskin.
TApi Karena aku telah memutuskan untuk menjadi pegawai negeri, aku berharap bisnis ini ditangani oleh keluarga ku saja,aku cukup sebagi supervisor saja. karena aku tetap ingin berperang melawan korupsi diPU.
berpikir,bergerak melawan dan menang....